Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Pria
Organ
reproduksi pria terbagi menjadi dua yaitu genetalia eksterna dan
interna. Genitalia eksterna terdiri dari penis, glans, skrotum.
Sedangkan genetalia interna terdiri dari testis (pelir), epidydimis, vas
deferens (saluan sperma) , uretral(saluran kencing), mulut uertral, dan
kandung kencing.
1. Genetalian eksterna
a. Penis
Yaitu
alat kelamin luar yang berfungsi sebagai alat persetubuhan serta alat
senggama dan juga sebagai saluran untuk pembuangan sperma dan air seni.
Waktu
lembek dengan mengukur dari pangkal dan ditarik sampai ujung sekitar
9-12 cm. Sebagian ada yang lebih pendek dan juga ada yang lebih panjang.
Pada saat ereksi yang penuh, penis akan memanjang dan membesar sehingga
menjadi sekitar 10-14 cm. Pada orang Caucasian (barat) atau orang timur
tengah lebih panjang dan lebih besar sekitar 12,2-15,4 cm.
Penis
terdiri dari 3 bagian utama yaitu dua yang besar di atas ialah corpora
cavernosa berfubngsi ketika ereksi dan satu bagian yang lebih kecil di
bawah (corpus spongiosum) berfungsi sebagai saluran air seni ketika
kencing dan saluran untuk sperma ketika ejakulasi.
Penis
sebagai alat penting dalam hubungan seks baik untuk kreasi atau
prokreasi. Struktur anatominya terdapat bagian yang disebut kapernus
yang dapat membesarkan dan memberikan ketegangan pada penis.
b. Glans
Adalah
bagian depan atau kepala penis. Glans banyak mengandung pembuluh darah
dan saraf. Kulit yang menutupi glans disebut foreskin (preputium). Di
beberaa Negara memiliki kebiasaan membersihkan daerah sekitar preputium
ini atau dikenal dengan yang namanya sunat.
c. Skrotum
Adalah
sebuah kantung kulit yang menggantung di bawah penis. Skrotim ini
berfungsi untuk melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat – lipat.
Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak jauh testis ke dinding
perut dengan maksud mengatur suhu testis agar relative tetap. Biasanya
skrotum sebelah kiri tergantung lebih rendah dari yang kanan karena
saluran sperma sebelah kiri lebih panjang.
Skrotum
(kandung buah pelir) ini merupakan sebuah struktur berupa kantong yang
terdiri atas kulit tanpa lemak subkutan, berisi sedikit jaringan otot.
Testis (buah pelir) berada di dalamnya, setiap testis berada dalam
pembungkus yang bernama tunika vaginais, yang dibentuk peritoneum.
2. Genitalia Interna
a. Testis (pelir)
Testis
berjumlah dua buah berbentuk oval yang berisi tubulus seminiferus. Pada
tubulus seminiferus ini terdiri dari atas dua jenis sel yaitu, sel
sertoli atau penyokong dan sel yang membawa sifat atau garis turunan
spermatogenik.
Oragn
kecil ini berdiameter sekitar 5cm pada orang dewasa. Saat melewati masa
pubertas, saluran khusus berbentuk kuil di dalam testis mulai membuat
sel – sel sperma. Testis juga memiliki tanggung jawab lain yaitu membuat
hormone testosterone. Testis merupakan tempat spermatozoa dibentuk dan
hormone kelamin laki – laki.
Organ
kelamin ini berkembang di dalam rongga abdomen sewaktu janin dan turun
melalui saluran inguinal kanan dan kiri masuk ke dalam skrotum menjelang
akhir kehamilan. Testis ini terletak oblik menggantung pada urat – urat
spermatic di dalam skrotum.
Testosterone
atau hormone kelamin laki – laki yang di bentuk testis disekresikan
oleh sel interstisiil yaitu sel – sel yang terletak di dalam ruang
anatara tubula – tubula seminiferus testis dibawah rangsangan hormone
perangsang sel interstisiil ( ICSH) dari hipofisis yang sebenarnya
adalah bahan yang sama dengan hormne luteinizing (LH).
Pengeluaran testoteron bertamabah dengan nyata pada masa pubertas dan
bertanggung jawab atas pengembangan sikap – sikap kelamin sekunder yaitu
pertumbuhan jenggut, sura lebih berat dan pembesaran genitalia.
b. Saluran Reproduksi
1. Epydidimis
Yaitu
saluran – saluran yang lebih besar dan berkelok – kelok yang membentuk
bangunan seperti topi. Sperma yang dihasilkan oleh testis akan berkumpul
di epydidimis. Oragan kecil ini terletak di belakang testis serta
terkait padanya. Terdiri atas sebuah tabung sempit yang sangata panjang
dan meliku –liku di belakang testis. Melalui tbung ini sperma berjalan
dari testis masuk ke dalam vas deferens.
Epydidimis
akan mengantarkan sperma (yang di produksi oleh testis) keluar.
Perjalanan yang cukup panjang harus ditempuh oleh sperma sekitar 4 - 6
minggu perjalanan dalam epydidimis. Lebih sederhana lagi epydidimis
tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sperma
sementara.
2. Vas Deferens ( Saluran Sperma)
Yaitu
seluran yang menyalurkan dari testis menuju ke vesikulan seminalis (
kantog sperma). Vas deferens panjangnya kurang lebih 4,5 cm dengan
diameter kurang lebih 2,5 mm.
Arah
vas deferens ini ke atas, kemudian melingkar di salah satu ujungnya
berakhir pada kelenjar prostat. Vas deferens adalah sebuah saluaran yang
berjalan dari bagian bawah epydidimis. Naik di belakang testis, masuk
ke tali mani ( funikulus spermatikus), dan mencapai rongga abdomen
melalui saluran inguinal, dan akhirnya berjalan masuk ke dalam pelvis.
Vas deferens merupakan kelanjutan dari saluran epydidimis yang dapat
diraba dari luar. Kontap (kontrasepsi mantap) pria di lakukan dengan
memotong saluran ini, sehingga tidak mungkin memberikan kehamilan.
Sistem
hormonal pria yang kompek sama dengan wanita, tetapi terdapat perbedaan
pada beberapa hal yaitu pada sistem hubungan panca indera, pusat
pubertas inhibitor, hypotalamos, hipofise, dan kelenjar testis. Melalui
rangsangan panaca indera diteruskan dalam sistem hypothalamus – hipofise
– testis sehingga berangsur – angsur dapat menerima
rangasangan.hypotalamus mengeluarkan gonadotropik stimulating hormone
melalui sistem portal, sehingga hipofise anterior mengeluarkan hormone
gonadotropik. Interstitial cell stimulating hormone ( ICSH)
mrangsang sel leydig. Sekitar umur 13-14 tahun terdapat perubahan suara
sebagai tanda akil – baligh dan mengeluarkan saat tidur ( nuchturnal
orgasm ). Pembentukan spermatozoa melalui proses spermatogenesis yang
berasal dari sel sartoli pada tubulus testis, merupakan mata rantai yang
panjang. Sel leydig yang berperan aktif sehingga akhirnya terbentuk dua
spermatozoa X dan spermatozoa Y.
Dalam
berhubungan seks pria bereran aktif untuk memberikan rangsangan
sehingga dapat menimbulkan keinginan seks wanita, dengan sentuhan halus
di daerah erogen. Dengan melakukan sentuhan halus sebagian besar pria
telah menimbulkan pada dirinya sendiri pada keinginan seks.
Factor
yang menyebabkan pembagian ini bersumber dari konsep dasar fenomena
orgasme yang meliputi vasokongesti ( penimbunan darah ) dan miotonik (
peningkatan tonus otot ). Siklus seksualisme lengkap ini bukan merupakan
batas tegas tetapi merupakan mata rantai.
3. Uretra (Saluran Kencing)
Yaitu saluran untuk mengeluarkan air mani dan air seni.
4. Mulut Uretra
Adalah awal dari saluran kencing / uretra.
5. Kandung Kencing
Kandung kencing merupakan tempat penampungan sementara air yang berasal dari ginjal (air seni).
KELENJAR KELAMIN
Saluran kelamin laki-laki dilengkapi 3 kelenjar yang dapat mengeluarkan secret / semen.
a. Vesikula Seminalis
Vesikula
seminalis sering juga di sebut dengan kandung mani yaitu dua buah
kelenjar tubuler yang terletak kanan dan kiri di belakang leher kandung
kencing. Salurannya bergabung dengan vasa defrentia, untuk membentuk
saluran eyakulator (ductus ejaculatorius communis). Secret vesika
seminalis adalah komponen pokok dari air mani.
Vesikula
seminalis berjumlah sepasang dan letaknya di atas dan di bawah kandung
kencing. Vesikula seminalis panjangny 5-10 cm, berupa kantong seperti
huruf “S” berbelok-belok. Bermuara pada ductus deferens pada bagian yang
hamper masuk prostat, dindingnya tipis mengandung serabut otot dan
mokusa.
b. Kelenjar Prostat
Besar
kelenjar prostat kira-kira sbesar buah walnut atau buah kenari besar,
letaknya di bawah kandung kencing, mengelilingi uretra dan terdiri atas
kelenjar majemuk, saluran-saluran, dan otot polos. Prostat mengeluarkan
sekrt cairan yang bercampur dengan secret dari testis. Pembesaran
prostat akan membendung uretra dan menyebabkan retensio urinae.
Kelnjar
prostat merupakan pembentuk cairan yang akan bersama-sama keluar saat
ejakulasi dalam hubungan seksual. Kelenjar ini berada di bagian dalam
dan berfungsi membentuk cairan pendukung spermatozoa.
Kelenjar ini terletak di bawah vesika urinaria. Panjangnya kurang lebih 3 cm.
c. Kelenjar Cowper
Kelenjar kecil ini berjumlah sepasang dan terletak di sepanjang uretra.
