Powered By Blogger

Selasa, 06 Desember 2011

kb terkini (KB baru)

Perkembangan teknologi memang terus berkembang dan tidak terkecuali dengan alat kontrasepsi. Sebuah perusahaan Cina bernama Blue Cross Bio-Medical menawarkan suatu spray kondom (foam condom) yang dibuat dari silver “nanotech” partikel. Alat kontrasepsi terbaru dengan Spray Condom. Alat kontrasepsi ini tidak digunakan bagi lelaki tetapi digunakan oleh pihak wanita.
Penggunaannya busa spray tersebut di semprotkan ke vagina, setelah itu busa spray akan membentuk semacam selaput dan mencegah konsepsi serta melindungi terhadap infeksi. Semprotan spray menggunakan polyvinyl alcohol resin sebagai bahan dasarnya, yang sudah terkandung dengan silver “nanotech” partikel, sehingga memberikan spermicide dan antiseptik pelumas yang dapat membantu mencegah penyakit menular seksual (PMS).
Sepertinya produk ini aman digunakan dan penggunaannya menurut produsennya, Blue Cross Bio-Medical adalah sebagai berikut ini;
1. Kocok foam condom sebanyak 4-5 kali sebelum melakukan hubungan seksual.
2. Masukkan selang kecil kedalam kaleng foam condom
3. Balikkan kaleng foam condom (lihat di gambar) dan arahkan selang kecil tersebut ke dalam vagina, serta tekan dengan perlahan. Masukkan selang sekitar 6-8cm ke dalam vagina (panjang selangnya sendiri sekitar 9cm). Tekan foam condom dengan jari telunjuk hingga busa memenuhi vagina.
4. Bersihkan selang kecil itu
5. Gunakan dalam 1-5 menit sebelum melakukan hubungan sexsual/jimak, dan lakukan sekali lagi setelah selesai melakukan hubungan/jimak.



Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana busa yang membentuk kondom itu akan hilang? apa hilang dengan sendiri? dan apakah produk ini akan ada dijual di Indonesia?
Tapi dengan alat kontrasepsi ini sepertinya alat-alat kontrasepsi akan semakin bermacam pilihan dan tentunya akan menjadi alternative bagi pasangan suami isteri untuk menentukan metode keluarga berencana nya (KB).
Sumber: Crunchgear







Jika Anda pasangan yang baru menikah dan belum berencana untuk mempunyai anak, mungkin terfikirkan apa kontrasepsi aman bagi pasangan baru menikah ? Nah coba gunakanlah cara sederhana untuk menunda kehamilan itu agar tidak menganggu bulan madu Anda atau masa menikmati awal-awal pernikahan, seperti dibawah ini;

KondomSperma yang keluar dapat ditampung oleh kondom sehingga tidak masuk ke dalam rahim dan dapat menunda kehamilan. Tetapi kegagalan mungkin saja bisa terjadi seperti kondom bocor dan robek.
Pantangan BerkalaCara yang lain yaitu dengan melakukan hubungan intim hanya disaat istri dalam masa tidak subur. Hal ini dapat dilakukan pada pasangan jika sang istri mempunyai siklus haid teratur. Kerjasama serta pengertian dari suami sangat dibutuhkan dalam melakukan hal ini.
Senggama Terputus
Untuk menghindari kehamilan bisa juga menggunakan cara senggama terputus, yaitu mengeluarkan alat kelamin suami ketika menjelang terjadinya ejakulasi. Tetapi cara ini dapat mengganggu kepuasan kedua belah pihak serta tingkat kegagalannya cukup tinggi sekitar 30-35 persen. Biasanya disebabkan karena sang suami tidak bisa mengontrol sehingga sperma tertumpah di mulut rahim dan dapat masuk ke vagina sang istri.
Nah bagaimana? Untuk menentukannya perlu kerjasama dan kesepakatan kedua belah pihak antara suami dan istri agar tidak terjadi ketidakenakan apalagi dimasa awal berkeluarga.

Rabu, 03 Agustus 2011

G-Spot dan Kesehatan Reproduksi Wanita


Berdasarkan definisi dari Departemen Kesehatan, diketahui bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh serta proses reproduksi. Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan baik sebelum menikah maupun sesudah menikah.

Anatomi Alat Reproduksi Wanita

Alat reproduksi sendiri adalah bagian-bagian tubuh kita yang berfungsi dalam melanjutkan keturunan. Alat reproduksi wanita berbeda dengan alat reproduksi laki-laki. Di artikel ini kita akan lebih khusus membahas sistem reproduksi wanita dan bagian-bagiannya.
Alat reproduksi wanita terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam dan luar. Bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Bibir kemaluan (labia mayora), yaitu daerah yg berambut, berfungsi sebagai pelindung dan menjaga agar bagian dalam tetap lembab.
  2. Bibir dalam kemaluan (labia minora), yaitu daerah yang tidak berambut dan memiliki jaringan serat sensorik yang luas yang sangat peka karena mengandung ujung syaraf.
  3. Vagina, yaitu rongga penghubung antara alat reproduksi wanita bagian luar dan dalam.
Sementara itu alat reproduksi wanita bagian luar memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Vagina bagian luar, yang merupakan jalan keluar bagi darah haid dan jalan keluar ketika bayi lahir (sifatnya sangat lentur sehinggga bayi dapat keluar melalui vagina).
  2. Leher rahim (cervix), yang merupakan penghubung antara vagina dan rahim.
  3. Rahim (uterus), tempat dimana sel telur yang sudah dibuahi tumbuh dalam rahim selama kehamilan. Bila telur tidak dibuahi, maka sel telur menempel ke dinding rahim. Selanjutnya dinding rahim menebal lalu luruh dan mengalir keluar dalam bentuk darah. Inilah yang disebut haid (menstruasi).
  4. Saluran telur (tuba falopii), yaitu dua saluran yang terletak sebelah kanana dan kiri rahim yang berfungsi sebagai penghubung rongga rahim dan indung telur.
  5. Dua buah indung telur ( ovarium), berfungsi memproduksi sel telur dan hormon peremputan yaitu estrogen dan progesterone. Atas pengaruh hormon, sebanyak satu sampai dua sel telur masak setiap bulan , lalu dilepaskan ke dinding rahim. Dinding rahim ini akan menebal, yang sebetulnya berguna sebagai tempat sel telur bersarang setelah dibuahi.
Nah… apakah tanda-tanda kematangan alat reproduksi wanita? Kematangan alat reproduksi wanita ditandai oleh terjadinya haid pertama, yaitu disebut menarche. Biasanya kita menyebut anak remaja wanita yang demikian sudah akil baligh, yang dimulai sekitar umur 8-12 tahun. Bila seorang wanita sudah mengalami menarche, itu artinya tubuhnya sudah menghasilkan sel telur yang bisa dibuahi sperma yang dihasilkan oleh tubuh laki-laki, dan dapat menyebabkan terjadinya kehamilan.

Letak G-Spot Wanita

Selain alat reproduksi tadi, Anda juga perlu mengenali satu area lagi yang sering disebut G-Spot. Menemukan titik g-spot wanita adalah impian semua pria. G-Spot (Grafenberg Spot) saat ini sering dibahas di berbagai media.
Titik G-Spot adalah sebuah ruang sempit dibalik tulang pubis wanita ini yang apabila tersentuh akan memberikan sensasi yang luarbiasa (baca:Menyingkap Misteri Titik G-Spot Wanita)
Titik G-Spot dapat ditemukan dengan memasukkan jari-jari ke dalam Vagina dengan telapak tangan menghadap ke depan. Dengan menyentuh dan memainkan bagian ini dengan perlahan, dapat membuat pasangan wanita mendapatkan orgasme yang kuat.
G Spot juga dapat terstimulasi dengan baik saat bercinta dengan posisi doggy style atau spooning.
Nah… berbekal pengetahuan anatomi tubuh dan alat reproduksi, tentunya Anda kini dapat mempersiapkan diri untuk menikmati saat-saat indah bersama. Jangan takut untuk mencoba dan mengekplorasi tubuh pasangan, karena kreativitas memang merupakan elemen yang sangat penting untuk membina hubungan intim yang senantiasa penuh gairah.

Sabtu, 25 Juni 2011

kontakm lens kurangi mata minus?????

Kesehatan Ibu Dan Anak Hingga saat ini memang belum ditemukan obat yang sanggup unuk mengobati atau mengurangi mata minus. Penggunaan lensa kontak mungkin menjadi pilihan, akan tetapi anda perlu berhati-hati dalam penggunaannya. Karena dapat menyebabkan infeksi, iritasi, dan mata juga cenderung lebih kering.
Kalau memang merasa tidak nyaman dengan kaca mata dan untuk menghindari komplikasi dari kontak lens, maka yang terbaik adalah melakukan operasi LASIK apabila memang tidak ada kontra indikasi.
Demikian penjelasan dr. Siti F.S. Rahmadhani, Sp.M. Dokter subspesialisasi bedah refraktif dam vitreo-retina di Rumah Sakit Puri Indah, Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat.
Ada sedikit cerita, “Eva sampai pangling dengan penampilan baru Uli, teman SMP nya yang dulu terkenal karena predikat ‘kutubuku’ nya. Buku, buat Uli yang berkacamata supertebal saat itu, adalah teman yang menyenangkan. Tapi itu dulu. Sekarang coba lihat, Uli terlihat cantik. Tanpa kacamata tebalnya lagi Uli tampak sangat percaya diri. Penasaran, Eva menanyakan perihal matanya yang dulu berminus 7 itu. Memanfaatkan tekhnologi Lasik donk ! ujar Uli sambil tersenyum.”
Bahwa minus tebal dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan teknologi laser, mungkin sudah sebagian besar dari kita mengetahuinya. Lasik (Laser In-Situ Keratomileusis) memang suatu usaha pengurangan ketergantungan terhadap kacamata atau contact lens dengan bantuan sinar laser. Tujuannya tak lain adalah agar kita dapat melihat dengan jelas tanpa bantuan kaca mata maupun contact lens.
Lasik dari A – Z
Tidak perlu tinggal di rumah sakit untuk menjalani Lasik, karena pembiusan yang dilakukan hanya dengan tetes mata (bius anestesi/topical). Itu berarti Anda akan sadar sepenuhnya sewaktu prosedur Lasik dilaksanakan. Dokter akan memasukkan data-data mengenai mata Anda ke dalam komputer untuk menentukan dosis dan selanjutnya komputer secara otomatis akan menghitung dan memproses banyaknya sinar laser yang diperlukan. Anda akan dibaringkan pada meja khusus dan diminta untuk memperhatikan sinar merah yang ada.
Sebelumnya, dokter biasanya akan menerangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam prosedur Lasik ini. Mulai dari suara alat laser, bagaimana rasanya dilaser sampai bau yang akan Anda cium. Hal ini dilakukan agar Anda benar-benar yakin untuk menjalani Lasik. Anda akan merasa rileks dan well informed dalam tahap ini.
Tidak akan terasa sakit sewaktu prosedur Lasik dijalankan. Persiapan memakan waktu sekitar 10-15 menit dan prosedurnya sendiri sekitar 15-20 menit. Selesai tindakan, mata Anda akan diberi tetes mata dan ditutup dengan dop plastik. Dokter akan memberi obat penghilang rasa sakit yang akan timbul bila pengaruh obat bius tetes telah hilang. Proses penyembuhan akan memakan waktu 1-2 hari. Anda akan diminta datang untuk pemeriksaan ulang keesokan hari, 1 minggu sesudahnya dan 2 minggu kemudian. Hasil yang maksimal akan didapatkan 2 minggu setelah prosedur dilakukan.
Apakah Saya bisa diobati dengan Lasik?
DR. Endang M.Johani SpM dari Siloam Eye Clinic (Rumah Sakit Siloam Gleneagles) menyatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bila Anda ingin mendapatkan pengobatan dengan Lasik
Tujuan, baik dan buruknya tindakan Lasik ini harus Anda mengerti dan pahami dengan jelas. Tidak perlu ragu dan takut untuk mempertanyakan berbagai hal yang menghantui pikiran Anda tentang tindakan Lasik. Anda berhak untuk mengetahui segala hal tentang prosedur ini dari dokter yang menangani.
Berumur 18 tahun keatas. Hal ini dikarenakan pada saat umur 18 tahun refraksi mata Anda tidak berubah lagi. Tidak naik dan tidak turun.
Refraksi mata Anda harus stabil dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Artinya bila Anda menderita minus maka minus tersebut tidak bertambah dan tidak berkurang dalam 1 tahun terakhir. Kelainan refreksi mata ada beberapa macam : 1. Miopia (berkaca mata minus), bila sinar difokuskan di depan retina. 2. Hipermetropia (berkaca mata plus), bila sinar difokuskan di belakang retina. 3.Astigmat (berkaca mata silinder), bila sinar difokuskan tidak tepat baik di depan maupun di belakang retina.
Tidak memakai soft contact lens minimal 14 hari berturut-turut atau tidak memakai hard contact lens selama 30 hari. Hal ini dilakukan agar kornea mata kembali ke bentuk semula, sudah penuh air mata dan iritasi akibat contact lens sudah sembuh.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama ini, Lasik tergolong aman dan tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan untuk jangka panjang. Bila Anda berkacamata minus minimal 2,5 dan bila tanpa bantuan kaca mata dalam jarak 6 meter tidak bisa melihat huruf sebesar telapak tangan, Lasik akan menyembuhkan mata Anda secara total. Namun bila minus yang diderita lebih dari minus 12, maka kadar minus hanya bisa disembuhkan sampai minus 1. 

Sabtu, 02 April 2011

Penyakit Menular Seksual (PMS)

 Penyakit Menular SEKSUAL (PMS)

Penyakit menular seksual (PMS) adalah kelompok penyakit yang menular antar manusia melalui kontak seksual. Penyakit ini bisa sangat serius, menyebabkan masalah kesehatan yang bahkan bisa mengakibatkan kematian. Ada lebih dari 12 juta orang dari semua kelompok sosial dan segala usia yang terkena PMS setiap tahun. Ini merupakan indikasi yang jelas bahwa ada kurangnya kesadaran dan informasi. Adalah penting untuk Anda memisahkan fakta dari mitos untuk melindungi diri Anda sebelum Anda terkena PMS.

Arti

Memiliki PMS selalu membawa stigma negatif, karena itu orang yang terinfeksi tidak berbagi informasi tentang infeksi mereka dengan siapa pun, apalagi pasangan seksual mereka. Kurangnya kejujuran melanggengkan mitos bahwa gejala PMS itu terlihat. Selama seseorang terlihat baik-baik saja, mereka secara seksual “bersih,” namun ini tidak benar. PMS tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik Anda, tetapi membawa beban emosional yang sangat besar juga, karena itu yang terbaik adalah untuk jujur dan terbuka mengenai kondisi Anda.

Jenis
Ada banyak jenis PMS dibawa melalui berbagai mode infeksi. Anda dapat memiliki infeksi bakteri dan mengembangkan vaginitis, klamidia, gonore, sifilis atau penyakit radang panggul. Viral PMS termasuk herpes, hepatitis B, kutil kelamin dan HIV / AIDS. PMS dari parasit termasuk Trichomonas.

Kesalahpahaman
Mitos: Jika Anda memiliki cukup informasi tentang PMS Anda selalu dapat mengetahui bahwa anda terinfeksi.
Fakta: Beberapa PMS tidak menunjukkan gejala sampai infeksi sudah parah, yang berarti bahwa Anda tidak lahiriah menampilkan atau merasakan gejala apapun, sehingga sulit untuk menentukan apakah Anda terjangkit penyakit.
Mitos: Anda bisa terkena AIDS bila Anda menyumbangkan darah.
Fakta: Bank Darah menawarkan atmosfir yang sangat steril, menggunakan jarum sekali pakai dan semua tindakan pencegahan yang mencegah penyebaran penyakit.
Mitos: PMS bukan penyakit serius dan mudah disembuhkan.
Fakta: PMS bila tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit utama dan masalah yang meliputi kemandulan dan kematian.
Mitos: Ketika anda terinfeksi Anda selalu dapat mengobati diri sendiri.
Fakta: PMS adalah penyakit serius dan pengobatan rumah tidak akan menyembuhkan mereka. Anda harus mencari pengobatan medis untuk membantu mengobati PMS Anda.
Mitos: Ketika gejala tidak ada lagi, itu berarti Anda sembuh.
Fakta: Penyakit ini masih ada pada Anda, kecuali jika itu telah diobati.
Mitos: Anda bisa terkena PMS di toilet duduk yang terinfeksi, tombol pintu, kolam renang atau bak mandi air panas.
Fakta: Kebanyakan PMS menular secara seksual dan tidak dapat ditularkan melalui kontak dengan permukaan yang terinfeksi.

Pencegahan / Solusi
Jika anda telah didiagnosa memiliki PMS, pastikan untuk mengambil obat yang diresepkan untuk Anda, biarkan pasangan seksual Anda tahu tentang infeksi Anda dan menjauhkan diri dari seks sampai dokter mengatakan OK untuk melanjutkan hubungan seksual. Bahaya tertular PMS adalah nyata dan mengetahui pentingnya terinfeksi mungkin cukup untuk menghalangi Anda dari perilaku seksual berisiko. Bukan hanya penyakit yang menyebar melalui kontrak seksual langsung, PMS juga menyebar melalui jaringan seksual di kalangan orang-orang yang cenderung memiliki banyak mitra seksual yang berbeda.

Efek
PMS yang tidak diobati menghasilkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit radang panggul, kanker serviks, ketidaksuburan dan penyakit hati pada wanita. Ibu hamil dengan PMS menghadapi keguguran, persalinan prematur dan resiko yang lebih tinggi untuk kehamilan tuba. Penyakit seperti sifilis, jika tidak diobati, dapat mengakibatkan kematian.

Peringatan
Klorin tidak membunuh virus PMS, sehingga melakukan hubungan seks di kolam renang atau mencuci dengan pemutih tidak akan mencegah penyebaran penyakit menular seksual. Menggunakan pemutih dengan cara ini malah akan membahayakan Anda.
 Penyakit Menular Seksual Pria Akibat Seks Bebas.
Penyakit kelamin pada Pria tersebar melalui hubungan seks bebas dan berganti pasangan. Penyakit seksual menular disebabkan oleh virus, kuman, bakteria, ataupun kulat.

Penyakit Menular Seksual Pria Akibat Seks Bebas
Penyakit Menular Seksual Pria Akibat Seks Bebas
Penyakit menular seksual (PMS) sangat ditakuti pria ataupun wanita, walaupun kebanyakan penyakit kelamin ditularkan pria karna sering melakukan seks bebas atau berganti pasangan.
Berikut 6 jenis Penyakit menular seksual (PMS) yang ditularkan pria pada wanita yang dapat menyebabkan sakit, bisa menimbulkan kemandulan dan juga kematian.
 
1. HIV/AIDS
Pertama kali ditemukan pada tahun 1984. AIDS adalah penyakit penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya.
Infeksi awal HIV/AIDS tidak memiliki gejala sehingga banyak orang tidak tahu sudah terinfeksi virus tersebut. Itu sebabnya HIV menjadi penting. Jika Anda aktif secara seksual dengan lebih dari satu pasangan atau ada alasan Anda kemungkinan terpapar HIV pada masa lalu, sebaiknya lakukan skrining.

2. Gonorea (Kencing Nanah)
Penyakit ini telah dikenal sejak dahulu, menyerang  baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.
Pada pria, gejala GO termasuk nanah pada saluran kemih dengan rasa panas saat berkemih. Gonorea yang tidak diobati atau ditangani dengan baik bisa menyebabkan epididimitis, yaitu kondisi menyakitkan pada buah pelir dan bisa menyebabkan kemandulan.
Pada perempuan, GO merupakan penyebab utama penyakit radang panggul dan seperti klamidia, bisa menimbulkan infertilitas. GO membuat seseorang 3-5 kali kemungkinannya mengalami HIV.

3. Klamidia
Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga muncul tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.
Meskipun tidak menunjukkan gejala, klamidia dapat menimbulkan peradangan testikel, prostat, maupun uretra. Konsekuensi bagi wanita lebih serius lagi. Infeksi yang tidak ditangani menjadi penyebab utama penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, dan beberapa kejadian infertilitas.
Penelitian menunjukkan, 1 dari 8 perempuan yang ditangani untuk masalah klamidia mengalami infeksi kembali dalam waktu setahun.

4. Virus Herpes Simpleks (HSV-2)
HSV-2 diduga yang menyebabkan sakit herpes genital  oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi.
Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes tersebut bisa meningkatkan risiko tertular AIDS melalui luka di darah.

5. Human Papillomavirus (HPV)
Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut,yang menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
Virus itu diketahui sebagai penyebab kanker leher rahim (serviks). HPV juga menyebabkan kutil genital dan meningkatkan risiko kanker pada penis dan anus pada pria. Jutaan pria membawa virus tersebut dan berisiko menularkan kepada pasangan seksualnya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 6 juta orang AS terinfeksi HPV setiap tahun. Dalam survei, 48 persen pria yang datang ke klinik, hasil tes HPV-nya positif. Angka itu sekitar 8 persen dari populasi pria secara umum.
Vaksin baru terbukti efektif mencegah infeksi HPV. Pada tahun 2006, CDC merekomendasikan agar vaksin secara rutin diberikan kepada perempuan saat usia 11-12 tahun. Komite praktisi imunisasi (ACIP) merekomendasikan vaksinasi bagi perempuan mulai usia 9 tahun. Rekomendasi itu menimbulkan kontroversi, tetapi bisa menyelamatkan hidup.

6. Sifilis (Penyakit Raja Singa)
Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecetyang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun.
Secara umum, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang di AS tertular sifilis tiap tahun.
Untunglah, obat efektif untuk mengatasi sifilis telah ditemukan. Pencegahan penyakit itu belum terbukti mudah. Sifilis yang tidak ditangani dengan baik bisa merusak otak, sistem kardiovaskular, dan organ dalam tubuh. Lebih dari itu, memiliki sifilis berarti meningkatkan bahaya terinfeksi HIV/AIDS setidaknya 2-5 kali lipat.

7. Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini mencapai 1 juta setiap tahunnya. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.

8. Trichomoniasis
Bisa menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Ada juga yang tidak mengalami gejala apapun. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi terlahir prematur jika sang ibu menderita penyakit ini saat hamil.
***

Itulah beberapa Penyakit Menular Seksual Pria Akibat Seks Bebas yang bisa menular kepada wanita. Untuk menghindari penyakit kelamin seks tersebut, disarankan menggunakan kondom dan jangan melakukan seks kecuali dengan pasangan (suami/istri). Melakukan seks bebas dan berganti pasangan selain bisa mengakibatkan tertular penyakit seksual, juga bisa menimbulkan hamil diluar nikah.